default-logo

Ferdi

Nama Panjang :

 Ferdian Fajar

Universitas :

 

Profile :

 Biasa dipanggil Ferdi. Saya adalah anak ke dua dari tiga bersaudara dari pasangan suami-istri JS. Mulyadi dan Yuhermin. Saya mengenyam pendidikan di SDN Panunggangan 1, Tangerang, SMP Negeri 4 Tangerang, SMA Negeri 7 Tangerang, dan saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa aktif Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tidak hanya pendidikan formal yang saya dapatkan, tetapi beberapa pendidikan informal, seperti kursus Bahasa Inggris di Lembaga Indonesia Amerika dan Bimbingan Belajar Nurul Fikri yang tidak pernah saya lupakan jasanya dalam program intensif yang mengantar saya pada tahun 2009 untuk lolos di salah satu perguruan tinggi terbaik di negeri ini melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2009.
Beberapa pengalaman saya di luar akademik, yakni saya juga sebagai Master of Ceremony (MC) di beberapa acara seperti seminar bisnis Live Your Dream, Meet and Great Ambassador of Switzerland di salah satu kantor majalah ternama di Indonesia, acara kampus, dan acara-acara lainnya. Dengan jam terbang yang cukup banyak tersebut menjadikan saya dapat meningkatkan dan memiliki kemampuan dalam public speaking yang baik serta menjadi modal penting bagi saya dalam memasuki dan bersaing di dunia profesional. Selain itu, untuk mengisi waktu luang, saya juga membantu rekan saya yang berprofesi sebagai dokter untuk menjadi penasehat hukum bagi kliniknya, yaitu Erpour Skin Care, dalam menjalankan prakteknya di beberapa tempat seperti di Jalan Kramat 6, Salemba, Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang, Mall of Indonesia, dan Rumah Sakit Pelni Jakarta.

Cerdas, modern, dan religius adalah tiga sifat yang saya miliki untuk menyonsong masa depan yang cemerlang dan lebih baik. Tentunya dalam proses menuju hasil tersebut tidaklah mudah dan selalu sesuai harapan. Hal ini dikarenakan sudah merupakan hal yang universal bahwa tidak ada seorang pun yang tidak pernah memiliki masalah. Strategi saya dalam menyelesaikan masalah tersebut, yakni dibutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi dan usaha keras yang tekun serta tidak lupa memohon kepada Allah SWT. Hal ini dikarenakan manusia hanya dapat berikhtiar dan bertawakal, sisanya hanya Yang Maha Kuasa yang dapat menentukan segalanya. Akhir kata, dengan sifat-sifat positif tersebut tentu sebagai manusia biasa yang notabenenya seorang makhluk sosial, saya tetap rendah hati dan berpegang teguh untuk mengedepankan sikap toleransi kepada orang-orang di sekitar saya karena tidak ada satupun manusia di jagad ini yang dapat mencapai cita-citanya tanpa peran orang lain.